MEDIATANGSEL.COM – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menilai kebutuhan sekolah SMP Negeri baru semakin mendesak, seiring meningkatnya jumlah lulusan SD setiap tahunnya.
Kepala DCKTR Kota Tangsel, Ade Suprizal mengatakan kondisi ini kerap memicu persaingan ketat saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Bahkan hal ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
“Salah satu prioritas kami adalah pembangunan dua SMP baru. Ini untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan seiring pertumbuhan penduduk. Sehingga nanti pada 2027 sudah memiliki 28 SMP,” ujar Ade Suprizal dikutip pada Selasa (5/5/2026).
Adapun dua sekolah yang akan dibangun antara lain SMP Negeri 27 di kawasan Pondok Pucung dan SMP Negeri 28 di wilayah Jombang. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada analisis kebutuhan wilayah dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.
SMP Negeri 27 Tangsel rencananya akan dibangun di lahan bekas SDN Pondok Pucung 03. Sedangkan SMP Negeri 28 Tangsel akan dibangun di bekas SDN Jombang 05.
Kedua lokasi ini dipilih karena berada di kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup padat serta memiliki potensi kebutuhan siswa baru yang tinggi. Keberadaan sekolah baru itu diharapkan dapat memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
“Pembangunan ini tidak hanya untuk menambah kapasitas, tetapi juga agar akses pendidikan lebih merata dan jarak tempuh siswa ke sekolah bisa lebih dekat,” tukasnya.
Dengan pembangunan dua sekolah ini, Pemkot Tangsel berharap persoalan klasik kekurangan kursi saat PPDB dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memberikan kepastian akses pendidikan yang lebih adil bagi seluruh masyarakat.(adv)






