MEDIATANGSEL.COM – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie mendukung penuh program Outbreak Response Immunization (ORI) secara serentak untuk memperkuat perlindungan kesehatan anak dari risiko penularan campak.
Dia pun mengimbau kepada para orang tua untuk segera membawa anak-anaknya ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi tambahan tersebut. Program ini menargetkan sekitar 109.000 anak dengan rentang usia 9 hingga 59 bulan.
“Kami mengajak seluruh orang tua untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Benyamin Davnie dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (16/4/2025).
“Ini merupakan langkah penting untuk melindungi anak-anak kita agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” sambungnya.
Selain partisipasi orang tua, Benyamin juga meminta menekankan bahwa keberhasilan program ORI bagi anak ini sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Dengan dukungan bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kami optimistis perlindungan kesehatan anak di Tangsel dapat semakin kuat,” tuturnya.
Selain imunisasi untuk anak-anak, Benyamin meminta masyarakat berusia di atas 16 tahun juga dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR secara mandiri. Hal ini sebagai bentuk perlindungan tambahan.
Sementara Ketua Tim Kerja Surveilans, Imunisasi, Penanggulangan Krisis, dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Tangsel, dr. Agatha Christie menambahkan pelaksanaan ORI dilakukan secara bertahap di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
“Pelaksanaan imunisasi tambahan ini akan berlangsung selama dua minggu di seluruh puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan satu minggu masa sweeping untuk memastikan seluruh sasaran terjangkau,” ujar dr. Agatha.
Menurut Agatha, imunisasi merupakan langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit menular. Terutama pada anak-anak, yang menjadi kelompok paling rentan.
“Jangan berikan celah bagi virus campak untuk mengganggu keceriaan mereka. Segera lengkapi imunisasi campak anak Anda mulai 30 Maret hingga 19 April 2026 di fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Agatha.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara tenaga kesehatan di puskesmas dengan Tim Pembina Puskesmas (TPP) untuk memastikan pelaksanaan program berjalan optimal di lapangan.
Program imunisasi tambahan ini dilaksanakan selama dua pekan di puskesmas, kemudian dilanjutkan dengan masa sweeping selama satu pekan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan layanan.






