MEDIATANGSEL.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) terus membangun sejumlah sekolah negeri, termasuk dua SMPN baru dan renovasi total sejumlah SDN.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan, Ade Suprizal mengatakan upaya itu tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi target jangka panjangnya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Akses pendidikan, bantuan beasiswa, program kesetaraan hingga penguatan keterampilan kerja menjadi bagian dari strategi Pemkot Tangsel untuk memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan kualitas hidup.
“Pembangunan SMPN 27 di lahan bekas SDN Pondok Pucung 03 dan SMPN 28 di lahan bekas SDN Jombang,” ujar Ade Suprizal dikutip pada Senin (10/8/2026).
Menambahkan itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, TB Asep Nurdin menjelaskan peningkatan SDM menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah sejak 2024 hingga awal 2026.
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan pendidikan tidak berhenti pada kemampuan akademik. Generasi muda Tangsel juga perlu dibekali keterampilan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Peningkatan SDM adalah prioritas utama. Kami ingin generasi Tangsel tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan dan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tutur Asep.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA). Program itu telah menjangkau lebih dari 91 ribu siswa mulai dari jenjang TK hingga SMP.
Pemkot Tangsel juga memberikan dukungan melalui program beasiswa. Sebanyak 7.500 siswa SMP dan 2.500 pelajar dari keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan pendidikan.
Program tersebut diharapkan mampu mencegah anak-anak dari keluarga kurang mampu kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan.
Perhatian pemerintah juga diberikan kepada warga yang sebelumnya tidak dapat melanjutkan pendidikan formal. Melalui Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C, lebih dari 500 warga kembali mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan.
Hasilnya, Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–12 tahun di Tangsel mencapai 99,72 persen. Capaian tersebut menunjukkan akses pendidikan dasar di daerah itu sudah mendekati universal.
Namun, peningkatan kualitas SDM tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan pendidikan. Pemkot Tangsel juga memperkuat sarana dan prasarana pendidikan.
Sebanyak 27 sekolah telah direvitalisasi dan pembangunan ruang kelas baru dilakukan di sejumlah wilayah. Selain itu, pemerintah menghadirkan ruang publik seperti Alun-alun Ciputat Timur serta 16 Balai Warga yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sosial dan pengembangan generasi muda.
Program peningkatan kualitas SDM tersebut turut tercermin dalam capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel. Pada 2025, IPM Tangsel mencapai 84,81 dan menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten serta masuk kategori sangat tinggi secara nasional.
Peningkatan kualitas manusia juga berjalan beriringan dengan program penanganan stunting dan pengurangan pengangguran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program D3 atau Dilatih, Disertifikasi, dan Ditempatkan.
Memasuki 2026, Pemkot Tangsel mulai mengarahkan perhatian pada penguatan ekosistem digital. Digitalisasi pendidikan dan layanan publik diproyeksikan menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Pemerintah juga menyiapkan perluasan layanan kesehatan gratis melalui Universal Health Coverage (UHC). Dengan demikian, pembangunan SDM tidak hanya bertumpu pada sektor pendidikan, tetapi juga kesehatan dan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Di sektor lingkungan dan permukiman, hingga awal 2026 tercatat 230 RT telah memiliki akses sanitasi layak. Sebanyak 26 rumah warga yang menjadi korban bencana juga telah diperbaiki agar kembali layak dihuni.
Sementara dari sektor ekonomi, sebanyak 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih telah terbentuk. Pemkot Tangsel juga memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi ratusan produk pelaku UMKM.
Rangkaian program tersebut menunjukkan strategi pembangunan Tangsel mulai diarahkan pada pembangunan manusia secara menyeluruh. Pendidikan, kesehatan, keterampilan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi ditempatkan sebagai bagian yang saling berkaitan.
Asep mengatakan, pemerintah ingin pembangunan yang dilakukan tidak sekadar menghasilkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan zaman.
“Ke depan, kami ingin membangun ekosistem digital yang kuat dalam layanan publik dan pendidikan. Harapannya, masyarakat Tangsel bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik dan mampu bersaing di tingkat internasional,” tukas Asep.(Adv)



