Dedikasi dan Pengabdian Kepsek Yantho, Dari Jadi Guru Hingga Pendiri SMPN 17 Tangsel

Redaksi Mediatangsel
4 Min Read

MEDIATANGSEL.COM – Drs. H. Yantho, M.M. merupakan salah satu seorang tokoh dan praktisi pendidikan senior di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 11 Tangsel.

Dedikasinya yang panjang di dunia pendidikan membuat dirinya dipercaya memimpin SMP Negeri 11 Tangsel. Bahkan saat ini, Yantho juga menjabat sebagai Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Tangsel.

Kendati dinilai telah menjadi sosok yang berjasa bagi dunia pendidikan di Tangsel, di masa mudanya Yantho sempat ingin melanjutkan sekolah di SMA atau STM. Sayangnya, takdir memang membawanya memilih SPG 1 Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Setelah selesai SMP ada niatan mau masuk sekolah di Jaksel, karena ada terkenal SMA 70 dan SMA 6 yang disekitar Bulungan lah. Ujung-ujungnya dalam waktu yang kepepet, saya masuk SPG 1 Setiabudi,” ungkap Yantho saat menceritakan perjalanan karirnya.

“Itu kan berdampingan dengan SMA Negeri 3 sebagai SMA Teladan dan sebagai SPG teladan. Dalam hati saya kecebur di dunia perguruan sejak saya masuk sekolah pendidikan guru,” sambungnya..

“Di awal tahun pertama karena masa muda, masa memberontak, walaupun masih sekolah SPG rambut masih gondong. Tapi setelah tahun kedua saya udah fokus, akhirnya saya selesai di SPG tahun ini 1987,” lanjutnya.

Setelah lulus SPG, Yantho mengatakan mulai berkecimpung di dunia pendidikan pada tahun 1988. Pertama kali dia mendapat kesempatan mengajar di Sekolah Dasar Suka Bakti di kawasan Mekar Jaya, Serpong.

“Pertama, saya mengabdi di SD Suka Bakti yang di Mekar Jaya, sekarang SDN Mekar Jaya. Kemudian karena punya ijasah SPG, dulu kan guru agak sulit juga ya, ada Aliyah swasta di Serpong saya masuk. Jadi, tahun 1988 saya sudah bercimpung di dunia pendidikan,” tuturnya.

“Saya tahun 87 melanjutkan ke IKIP Jakarta, jurusan pendidikan dunia usaha. Setelah selesai, karena waktu itu ikatan dinas jadi ditempatkan di SMEA 1 Bekasi tahun 1992, tapi saya sambil kerja juga di kelurahan,” imbuhnya.

Menurut Yantho, meskipun bekerja di kelurahan dirinya tetap menyempatkan untuk mengajar di sejumlah sekolah. “Saya ngajar di Bhipuri, sambil ngajar Sasmita, sambil ngajar juga di Yadika 5 Joglo, Jakarta Barat,” ujarnya.

Yantho juga menyampaikan pernah maju dalam pencalonan sebagai Kepala Desa Rawa Mekar Jaya pada tahun 1999, namun gagal. Setelah itu, dia kembali fokus ke dunia pendidikan serta mengikuti tes CPNS dan lolos menjadi Pegawai Negeri Sipil.

“Tahun 1999, saya ikut pencalonan Kepala Desa Rawa Mekar Jaya dan gagal. Setelah itu saya lari lagi ke dunia pendidikan, sempat ngajar di Al Azhar, kemudian mengajar di SMP 3 (SMP 13 sekarang),” terangnya.

“Kemudian saya ikut tes pegawai negeri dan dapat. Di tahun 2000, saya ditempatkan di SMP 1 Jambe. Baru saya pindah ke SMP 4 Tangsel. Nah, sejak 2004 lah di dunia pendidikan Kota Tangerang Selatan,” tambahnya.

Tak hanya mengajar, Yantho juga aktif di organisasi pendidikan dengan menjabat sebagai sekretaris MGMP IPS tahun 2000-2004. Dia juga menjadi salah satu pendiri SMP Negeri 17 Tangsel.

“Nah masa-masa sebagai guru, sempet saya jadi sekretaris MGMP IPS tahun 2000-2004, Setelah di 2024, saya ada di SMP 4, kemudian berkecimpung untuk mendirikan SMP Negeri 17 dengan pak Haji Mardi. Dan akhirnya saya beralih ke SMP Negeri 17 sampai sekarang, ya sudah ada di beberapa sekolah,” bebernya.

Sebagai sosok senior di dunia pendidikan Tangsel, Yantho mengaku banyak tantangan yang harus dilewati ketika menjabat kepala sekolah seperti bagaimana melakukan pengawasan aktif, melaksanakan kebijakan, hingga menyampaikan SOP kepada guru dan anak didiknya.

Terakhir, bagainama kita melakukan pengendalian internal. Ini menjadi salah satu atau boleh dibilang resiko, tapi bagaimana kita bisa berperan meminimalisir risiko tersebut,” tukasnya.

Share This Article
Leave a Comment