Hilang Saat Liput Erupsi, IMO-Indonesia Desak Gubernur Banten Perkuat Pencarian Lima Jurnalis

Redaksi Mediatangsel
3 Min Read
Foto: Istimewa

MEDIATANGSEL.COM – Upaya pencarian terhadap lima wartawan yang hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda saat ini masih terus dilakukan.

Berdasarkan informasi, kelima wartawan tersebut hilang kontak sejak Senin, 7 September 2026 ketika berlayar menggunakan kapal untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi GAK tersebut.

Terkait pencarian tersebut, Ikatan Media Online (IMO) Indonesia meminta kepada seluruh unsur terkait agar terus meningkatkan koordinasi dan memperluas upaya pencarian agar segera mengetahui keberadaan pasti kelima jurnalis tersebut.

“Kondisi geografis Selat Sunda dan aktivitas GAK memerlukan respons cepat dan terkoordinasi, serta perlu melibatkan segala sumber daya yang memungkinkan,” ungkap Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail dikutip pada Kamis (10/9/2026).

Butuh Atensi Khusus Gubernur Banten

Yakub menilai pencarian kelima pewarta itu tidak bisa dimaknai sebatas urusan teknis pencarian dan pertolongan, melainkan menyangkut kepentingan kemanusiaan serta keselamatan setiap warga negara yang beraktivitas di wilayah perairan dan kawasan sekitar Banten.

IMO-Indonesia, lanjut Yakub, mendesak Gubernur Banten Andra Soni untuk memberikan atensi lebih atas proses pencarian yang sedang berlangsung.

Yakub menyebut posisi Banten yang secara geografis berhadapan langsung dengan kawasan Selat Sunda yang membuat pemerintah daerah memiliki kepentingan kuat untuk memastikan keselamatan masyarakat yang berada atau beraktivitas di kawasan tersebut.

“Atas pertimbangan tersebut, Gubernur Banten perlu untuk memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini,” ujarnya.

Yakub menambahkan bahwa pemberian atensi khusus tersebut bukan berarti mengambil alih kewenangan Basarnas, TNI, Polri, ataupun instansi teknis terkait lainnya.

“Akan tetapi, upaya tersebut semata memastikan bahwa seluruh unsur di wilayah Banten dapat bergerak dan memberikan dukungan secara optimal,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa kepala daerah memiliki fungsi penting dalam menggerakkan koordinasi pemerintahan daerah sekaligus mengoptimalkan perangkat daerah untuk agenda tertentu yang sifatnya mendesak dan penting.

“Termasuk dalam hal ini memiliki kapasitas dalam menjembatani komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan ketika terjadi situasi yang menyangkut keselamatan masyarakat,” tandasnya.

Perkuat Koordinasi dan Berbagai Dukungan Operasi Pencarian

Sebagai bentuk komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab, maka IMO-Indonesia juga meminta Pemerintah Provinsi Banten agar membuka ruang koordinasi yang lebih intensif dengan mitra terkait.

“Seperti dengan Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Syahbandar, pemerintah kabupaten/kota terkait, atau juga dengan unsur masyarakat setempat,” terangnya.

Lebih lanjut Yakub menuturkan, karakteristik pencarian di wilayah laut tidak bisa dilakukan secara sektoral dan sporadis. “Sebaliknya, dibutuhkan dukungan lintas sektor yang komunikatif dan koordinatif,” bebernya.

“Informasi dari masyarakat pesisir dan nelayan, sebagai contoh, sangat membantu dalam memperluas pemantauan terhadap kemungkinan lokasi terakhir kapal maupun keberadaan para korban,” sambungnya.

Berikutnya, kata Yakub, hal penting yang perlu dilakukan adalah bagaimana agar seluruh potensi yang tersedia dapat disatukan dan dioptimalkan.

“Pada konteks ini, pemerintah daerah dapat menjadi salah satu simpul koordinasi penting dan strategis dalam memperkuat dukungan terhadap operasi pencarian yang secara otoritatif dipimpin oleh lembaga yang memiliki mandat yang jelas dan kuat,” tukasnya.

Share This Article
Leave a Comment