SMPN 13 Tangsel Siapkan Siswa Hadapi TKA, Perkuat Literasi dan Numerasi

Redaksi Mediatangsel
3 Min Read
Foto: Istimewa

MEDIATANGSEL.COM – SMP Negeri 13 Tangerang Selatan mulai mematangkan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang untuk pertama kalinya diterapkan pada jenjang SMP tahun ini. Berbagai langkah strategis dilakukan sekolah, mulai dari pemetaan materi hingga penguatan kemampuan literasi dan numerasi siswa.

Pihak sekolah mengungkapkan, persiapan TKA tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui proses evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya untuk mengidentifikasi kebutuhan utama dalam pelaksanaan ujian tersebut.

“Untuk persiapan TKA, kami melakukan pemetaan terlebih dahulu, mulai dari materi yang akan diujikan hingga perlengkapan yang dibutuhkan. Semua kami koordinasikan dengan kurikulum, guru mata pelajaran, operator, hingga bendahara,” ujar Avni Apriliyanti S.S selaku Kepala Sekolah dalam keterangannya.

Selain kesiapan teknis, SMPN 13 juga menaruh perhatian besar pada kesiapan akademik siswa. Fokus utama pembelajaran diarahkan pada penguatan literasi dan numerasi yang menjadi inti dari TKA.

Hal ini diperkuat dengan pengalaman sekolah yang sebelumnya mendapatkan bimbingan dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) terkait pembelajaran berbasis Programme for International Student Assessment (PISA). Bekal tersebut kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran kepada siswa, khususnya kelas IX.

“Kami tidak hanya memberikan latihan soal, tetapi juga pemahaman konsep literasi dan numerasi. Ditambah dengan materi dari buku penunjang yang disediakan sekolah,” jelasnya.

Untuk mengukur kesiapan siswa, sekolah juga telah melaksanakan try out sebanyak tiga hingga lima kali. Langkah ini dilakukan guna membiasakan siswa menghadapi pola soal TKA yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Meski demikian, tantangan tetap dihadapi, terutama dalam hal pemahaman materi. Pasalnya, siswa masih dalam tahap penyesuaian terhadap model soal yang menekankan pada kemampuan berpikir logis dan analitis.

“Kesulitannya lebih ke pemahaman, karena soal literasi dan numerasi berbasis HOTS. Sementara siswa sebelumnya terbiasa dengan soal yang lebih sederhana,” ungkapnya.

Meski ada tantangan, pihak sekolah tetap optimistis terhadap tingkat kelulusan siswa. SMPN 13 menargetkan kelulusan mencapai 100 persen, meski mengakui capaian nilai akan sangat bergantung pada usaha masing-masing siswa.

“Kalau kelulusan, kami optimistis 100 persen. Namun untuk nilai, itu kembali pada usaha dan kesiapan siswa,” tegasnya.

Menjelang pelaksanaan TKA yang masih menyisakan beberapa sesi ke depan, pihak sekolah berharap seluruh proses berjalan lancar, baik dari sisi sistem maupun kesiapan siswa.

“Kami berharap sistem dari pusat berjalan lancar dan siswa dapat mengikuti ujian dengan tenang, sehingga hasil yang diperoleh bisa maksimal,” pungkasnya.(Adv)

Share This Article
Leave a Comment