MEDIATANGSEL.COM – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, SMP Negeri 15 Tangerang Selatan menyiapkan serangkaian kegiatan bertema kebudayaan yang akan digelar pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia di kalangan siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 15 Tangerang Selatan, Kumarahadi S.Pd., menjelaskan bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini akan diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh siswa dari kelas VII hingga IX.
Bacaan Lainnya
Momentum Hari Kartini, Puan Ajak Perempuan Ambil Peran StrategisSelvi Gibran: Nilai Filosofi Raden Ajeng Kartini Jangan Sampai Hilang di Era Modern
“Fokus kegiatan tahun ini adalah menampilkan budaya-budaya Indonesia melalui berbagai lomba yang disesuaikan dengan jenjang kelas,” ujarnya.
Adapun perlombaan yang akan digelar terdiri dari tiga kategori. Untuk siswa kelas VII, akan diadakan lomba tari tradisional yang menampilkan ragam budaya dari berbagai daerah di Indonesia lengkap dengan atributnya. Sementara itu, siswa kelas VIII akan mengikuti lomba storytelling dengan membawakan cerita legenda rakyat nusantara.
Sedangkan untuk kelas IX, perlombaan yang digelar adalah menyanyikan lagu daerah secara berkelompok tanpa iringan musik, sehingga mengandalkan kemampuan vokal dan kekompakan tim.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kokurikuler sekolah yang sebelumnya dikenal sebagai P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Meski istilah P5 sudah tidak digunakan, unsur pembelajaran berbasis penguatan karakter dan budaya tetap diterapkan.
Menurut Kumarahadi, kegiatan serupa kerap dilaksanakan setiap tahun dengan menyesuaikan tema hari besar nasional. “Setiap momen besar biasanya kami isi dengan kegiatan yang relevan, seperti lomba atau penggunaan atribut budaya,” katanya.
Selain perlombaan, kegiatan juga akan diawali dengan aktivitas bersama yang melibatkan seluruh siswa sebelum masuk ke rangkaian lomba utama. Untuk kostum, peserta lomba akan menyesuaikan dengan tema budaya yang diangkat, sementara guru direncanakan mengenakan pakaian daerah maupun pakaian olahraga.
Lebih lanjut, pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya melestarikan budaya bangsa di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
“Kami ingin anak-anak tetap mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya Indonesia. Jangan sampai kekayaan budaya yang kita miliki justru terlupakan,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah pengaruh budaya luar yang mudah diakses melalui gadget dan internet, sehingga minat siswa terhadap budaya tradisional mulai berkurang.
Karena itu, sekolah berupaya menghadirkan pengalaman langsung melalui kegiatan seperti lomba tari, storytelling, hingga pengenalan permainan tradisional agar siswa dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya.
“Kalau bukan dari sekolah, anak-anak sekarang jarang mendapatkan pengenalan budaya tradisional. Maka kami berupaya menghadirkan itu melalui kegiatan-kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Ke depan, SMPN 15 Tangerang Selatan memastikan program pengenalan budaya akan terus menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan hari besar nasional, dengan berbagai bentuk kegiatan yang menarik dan edukatif bagi siswa.(Adv)



