MEDIATANGSEL.COM – Pembangunan SMP Negeri (SMPN) 26 Tangerang Selatan (Tangsel) di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat, belum masuk tahap pembangunan gedung. Proyek sekolah tersebut baru ditargetkan memasuki pekerjaan fisik pada Januari 2027.
Pemkot Tangerang Selatan terlebih dahulu akan melakukan sejumlah pekerjaan pendahuluan. Salah satunya pembongkaran bangunan yang berada di lokasi calon sekolah.
Pembongkaran ditargetkan berlangsung pada November-Desember 2026 menggunakan anggaran perubahan. Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan gedung sekolah baru akan masuk dalam anggaran murni 2027.
Rencana itu disampaikan dalam sosialisasi pembangunan SMPN 26 yang digelar di RT 05/RW 17, Kelurahan Jombang, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan tersebut melibatkan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud), lurah, anggota DPRD Tangsel, serta warga sekitar.
Kabid SMP Negeri Dindikbud Tangsel, Eka Andreas mengatakan pembangunan SMPN 26 memang dirancang dalam dua tahapan.
“Pembangunan SMP ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembongkaran yang direncanakan pada November dan Desember 2026 melalui anggaran perubahan,” jelas Eka.
Sementara tahap kedua berupa pembangunan fisik gedung sekolah. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai Januari 2027 setelah masuk dalam anggaran murni tahun depan.
“Kemudian pembangunan fisik gedung sekolah masuk dalam anggaran murni 2027 dan ditargetkan mulai Januari,’ ujarnya.
Namun, pembangunan gedung tidak serta-merta dimulai setelah bangunan lama dibongkar. DCKTR Tangsel masih harus mematangkan sejumlah kebutuhan teknis di lokasi.
Kepala Bidang Pembangunan DCKTR Tangsel Maryoto mengatakan, pembongkaran merupakan pekerjaan awal yang harus diselesaikan sebelum konstruksi gedung dimulai.
Menurut dia, koordinasi dengan OPD yang menangani perencanaan dan aset telah dilakukan. Namun, masih terdapat perbedaan pencatatan terkait anggaran pembongkaran dan pelaksanaan pembangunan yang perlu disinkronkan.
“Dalam tahapan pembangunan, tentunya harus dilakukan pembongkaran bangunan terlebih dahulu. Setelah kami koordinasikan dengan OPD yang menangani perencanaan dan aset, ternyata pencatatannya berbeda antara anggaran pembongkaran dengan pelaksanaan pembangunan,” ungkap Maryoto.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah akses menuju lokasi proyek.
DCKTR telah melakukan survei dan melihat perlunya akses mobilisasi kendaraan proyek. Hal ini karena pembangunan nantinya membutuhkan kendaraan besar untuk mengangkut material dan perlengkapan konstruksi.
“Ke depannya ini perlu kita komunikasikan lagi dengan yang punya lahan, bagaimana kita membuat kesepakatan sehingga dapat memperlancar pembangunan,” tutur Maryoto.
Selain akses, metode konstruksi juga belum ditetapkan. DCKTR masih mengkaji kondisi lingkungan sekitar sebelum menentukan teknik pembangunan yang akan digunakan.
Metode pancang menjadi salah satu pilihan. Namun, apabila metode tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap lingkungan sekitar, pemerintah akan mempertimbangkan penggunaan bore pile.
“Kalau sekiranya mengganggu lingkungan, nanti kita akan pakai bore pile. Jadi masih kita kaji lagi bagaimana teknisnya dan seperti apa kondisi di lapangan,” beber Maryoto.
Di sisi lain, warga sekitar menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan sekolah tersebut. Salah satunya Feri (40), warga RT 05/RW 17, mengatakan masyarakat mendukung pembangunan SMPN 26 selama prosesnya tidak berdampak pada rumah warga.
“Kami sebagai warga tentu mendukung pembangunan SMPN 26 ini. Dengan catatan tidak ada penggusuran rumah warga seperti isu yang berkembang kemarin. Kalau memang untuk kepentingan pendidikan dan masyarakat, kami sangat setuju,” ucap Feri.
Warga juga meminta akses lingkungan tetap diperhatikan selama proyek berlangsung. Kami berharap selama proses pembangunan tidak ada penggusuran dan akses warga tetap diperhatikan. Kalau semuanya dikomunikasikan dengan baik, saya rasa warga akan mendukung,” ujarnya.
Dengan tahapan tersebut, akhir 2026 akan menjadi masa persiapan proyek, mulai dari pembongkaran hingga pematangan aspek teknis. Sementara pembangunan fisik SMPN 26 Jombang ditargetkan baru dimulai pada Januari 2027.(Adv)



