MEDIATANGSEL.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperluas kapasitas layanan pendidikan di tengah pertumbuhan jumlah penduduk. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan dua SMP Negeri baru yang ditargetkan terealisasi hingga 2027.
Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Pemkot Tangsel memproyeksikan jumlah SMP Negeri di wilayahnya bertambah menjadi 28 sekolah.
Dua sekolah yang direncanakan dibangun tersebut adalah SMP Negeri 27 di lokasi eks SDN Pondok Pucung 03 dan SMP Negeri 28 yang akan menempati lokasi eks SDN Jombang 05.
Kepala DCKTR Kota Tangsel, Ade Suprizal mengatakan pembangunan sekolah baru menjadi salah satu prioritas untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan penduduk.
“Salah satu prioritas kami adalah pembangunan dua SMP baru. Ini untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan seiring pertumbuhan penduduk. Sehingga nanti pada 2027 sudah memiliki 28 SMP,” ungkap Ade Suprizal dikutip pada Rabu (30/09/26).
Penambahan dua sekolah tersebut diharapkan tidak hanya menambah jumlah satuan pendidikan, tetapi juga membantu mengurangi kepadatan siswa di SMP Negeri yang telah beroperasi.
Dengan hadirnya sekolah baru, masyarakat juga diharapkan memperoleh pilihan layanan pendidikan negeri yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Agenda pembangunan Pemkot Tangsel pada 2027 tidak berhenti pada sektor pendidikan. DCKTR juga menyiapkan sejumlah proyek lain, mulai dari pembangunan alun-alun kota, perluasan kawasan Masjid Al I’tishom di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, hingga penataan kawasan Islamic Centre Serpong.
Di kawasan perkantoran Setu, pemerintah juga merencanakan pembangunan gedung kantor beserta fasilitas pendukung, termasuk fasilitas untuk Pengadilan Negeri.
Selain itu, infrastruktur dasar seperti penyediaan air minum dan sanitasi juga menjadi perhatian. Pemkot menargetkan perluasan sambungan rumah melalui jaringan air minum perpipaan serta pembangunan septic tank individual dan penguatan sistem pengelolaan air limbah domestik.
“Kita ingin cakupan air bersih dan sanitasi aman terus meningkat. Infrastruktur dasar ini sangat menentukan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Di bidang transportasi dan tata ruang, Pemkot Tangsel juga menindaklanjuti rencana perpanjangan jalur MRT Lebak Bulus-Serpong melalui penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) serta pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
“Penataan ruang harus mengantisipasi perkembangan transportasi massal agar pembangunan terintegrasi,” tukasnya.
Dengan berbagai agenda tersebut, pembangunan Tangsel pada 2027 diarahkan tidak hanya untuk menambah fasilitas fisik, tetapi juga memperluas akses layanan dasar dan menyesuaikan infrastruktur dengan perkembangan kota.(Adv)



