MEDIATANGSEL.COM – Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Kota Tangerang Selatan (SMPN 13 Tangsel) terus menunjukkan berbagai capaian prestasi siswa meski berada di wilayah yang tergolong jauh dari pusat keramaian.
Beragam program pengembangan minat dan bakat disiapkan untuk mengakomodasi kemampuan siswa yang datang dengan latar belakang berbeda-beda.
Kepala SMPN 13 Tangsel menjelaskan bahwa input siswa di sekolah tersebut sangat beragam, termasuk beberapa murid yang sejak SD sudah terbiasa menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
“Ada dua anak yang kalau bicara Bahasa Indonesia perlu jeda, tapi kalau Bahasa Inggris mereka lancar sekali. Ini menjadi salah satu potensi yang akan terus kami dorong, terutama saat mengikuti lomba atau event-event sekolah,” ujarnya.
Selain kemampuan berbahasa, SMPN 13 Tangsel juga memiliki siswa yang menonjol di bidang sains. Baru-baru ini, salah satu siswa berhasil lolos hingga tingkat provinsi dan meraih hadiah jutaan rupiah dari kompetisi yang diikuti.
Prestasi lain datang dari bidang seni. Ekskul tari menjadi salah satu yang paling sering menorehkan prestasi.
“Tari tradisional maupun modern sering ikut event dan biasanya pulang membawa hadiah. Bahkan ada yang berhasil meraih juara 2 tingkat nasional,” ungkapnya.
Tak hanya seni, siswa SMPN 13 juga aktif dan berprestasi di bidang olahraga.
“Terakhir dari taekwondo ada yang juara nasional. Atlet voli dan bulu tangkis juga sudah sering membawa pulang piala dan piagam, bahkan ada yang mendapatkan uang pembinaan,” katanya.
Bidang keagamaan pun tidak kalah aktif. Rohis SMPN 13 Tangsel memiliki vokalis yang sering diminta tampil dalam acara masyarakat sekitar, termasuk perayaan Maulid dan acara pernikahan dengan tradisi Betawi seperti palang pintu.
“Anak pencak silat kami sering diminta tampil oleh warga. Saking aktifnya, dari pagi sampai sore mereka banyak kegiatan,” jelasnya.
Untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan pengembangan minat bakat, sekolah mengatur kegiatan ekstrakurikuler di luar jam belajar. Ekskul rutin berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, atau sepulang sekolah, tergantung jadwal pelatih. Khusus untuk atlet yang harus mengikuti pertandingan di hari sekolah, pihak sekolah memberikan dispensasi.
Terkait harapan ke depan, kepala sekolah berharap pemerintah dapat memberikan dukungan fasilitas yang lebih memadai, khususnya untuk olahraga.
“Kami butuh GOR atau sarana yang layak. Kalau voli, basket, futsal bisa di lapangan, tapi bulu tangkis itu sangat bergantung pada angin, jadi tidak bisa di ruang terbuka,” terangnya.
Ia juga berharap adanya perhatian lebih bagi siswa berprestasi agar mereka mendapat kesempatan lebih besar untuk berkembang di tingkat yang lebih tinggi.
“Anak-anak yang sudah berprestasi ini harus diberi ruang yang lebih mudah untuk naik ke jenjang berikutnya,” pungkasnya. [Adv]






