SMPN 18 Tangsel Jadikan PjBL Sebagai Kokulikuler untuk Membangun Karakter Siswa

Wakasek Kurikulum SMPN 18 Tangsel, Desy Sri Saparina Aspi S.Pd, M.Pd. | Foto: MediaTangsel.com

MEDIATANGSEL.COM – SMP Negeri 18 Tangerang Selatan menjadikan kegiatan Project Based Learning (PjBL) sebagai kokulikuler utama pada Semester Dua Tahun Ajaran 2025-2026.

Wakasek Kurikulum SMPN 18 Tangsel, Desy Sri Saparina Aspi S.Pd, M.Pd mengatakan pelaksanaan PjBL berlangsung pada bulan Januari 2026. Kegiatan ini dikembangkan untuk membangun karakter (charater building) anak didiknya, salah sunya terkait kedisiplinan.

Read More

“Di semester dua ini, kami ada kegiatan Project Best Learning (PjBL), itu kokurikuler yang dilaksanakan satu kali pada Januari kemarin,” ujar Desy kepada MediaTangsel, Jumat (24/4/2026).

“Kami punya timnya, disitu yang dikembangkan adalah charater building anak-anak, karena sekarang dalam hal penegakan kedisiplinan serta tanggung jawab masih perlu pendampingan,” sambungnya.

Menurut Desy, kegiatan charater building ini juga menggandeng sejumlah pihak terkait seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI. Selain kedisiplinan, para pembimbing dari prajurit TNI itu juga mengajarkan baris-berbaris.

“Kita mengadakan charater building dengan memanggil Babinsa sebagai mentor. Jadi langsung dengan orang-orang yang kompeten, termasuk PBB-nya juga,” tuturnya.

“Selain dengan babinsa, kami juga bekerjasama dengan Kodiklat TNI untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme kebangsaan dan juga penegakan kedisiplinan. Agar anak-anak menjadi murid-murid yang cinta bangsa sendiri,” tambahnya.

Selain belajar kedisiplinan, Dia menambahkan pihak sekolah juga mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan seperti Salat Dhuha, Yasinan, hingga pembelajaran dakwah untuk satu atau dua anak yang terpilih.

Sementara dalam hal pembelajaran, Desy mengungkapkan bahwa SMPN 18 Tangsel juga telah memanfaatkan teknologi untuk memvariasikan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

“Guru-guru sudah belajar tentang aplikasi-aplikasi yang berbasis teknologi untuk memvariasi pembelajaran di dalam kelas. Kita juga setiap bulan ada pengembangan kompetensi guru,” terangnya.

“Di situ kita punya komunitas belajar guru, jadi pengajar yang mempunyai kemampuan tertentu kita jadikan narasumber bidang IT. Pengimbasannya tentu saja untuk para siswa,” imbuhnya.(adv)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *