MEDIATANGSEL.COM – Proyek pembangunan infrastruktur di Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mendapat keluhan dari warga.
Sejumlah warga mengeluhkan kondisi proyek yang dinilai berantakan dan membahayakan keselamatan warga, khususnya anak-anak.
Keluhan ini muncul setelah beberapa titik galian proyek dibiarkan terbuka tanpa penutup dan pengamanan yang memadai.
Dalam penelusuran di lokasi, Minggu (16/11/2025), warga menyampaikan bahwa beberapa lubang galian untuk drainase, kabel, dan gorong-gorong tampak terbuka dan tidak diberi rambu peringatan. Kondisi ini disebut sudah beberapa kali menyebabkan anak-anak hampir mengalami kecelakaan.
“Di bolongan ini pernah ada anak-anak yang hampir celaka waktu masih pembangunan. Lebarnya juga besar, tapi dibiarkan terbuka,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.
Selain membahayakan, warga juga menilai pengerjaan proyek berlangsung lambat dan tidak rapi. Material proyek seperti galian tanah dan peralatan pembangunan terlihat berserakan di bahu jalan.
“Ini berantakan banget, dari dulu nggak rapi-rapi. Sudah lama dikerjain, tapi nggak kelar-kelar,” tambah warga lainnya.
Pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar lokasi juga merasakan dampaknya. Mereka mengaku kesulitan berjualan karena area proyek kerap mengganggu akses pembeli.
“Saya masih jualan di sini, tapi ya gimana, berantakan banget,” kata salah seorang pedagang.
Warga berharap pemerintah maupun pihak kontraktor segera memperbaiki manajemen pekerjaan di lapangan. Menurut mereka, proyek harus dikerjakan dengan lebih tertib, cepat, dan aman agar tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pekerjaan di lokasi terlihat sepi, sementara sejumlah galian masih dibiarkan terbuka tanpa penutup yang memadai.
Masyarakat mendesak agar pekerjaan segera dituntaskan dan pengamanan lokasi proyek ditingkatkan. [Dmy]






