MEDIATANGSEL.COM – Sejumlah pekerja proyek infrastruktur pembangunan drainase dan paving di Jalan Raya Puspiptek, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengungkap kondisi di lapangan.
Proses proyek infrastruktur itu dinilai serba terbatas, mulai dari jumlah tenaga kerja yang minim hingga target pekerjaan yang cukup berat.
Dalam wawancara di lokasi, Minggu (16/11/2025), seorang pekerja menjelaskan bahwa pengerjaan di salah satu titik dilakukan hanya oleh dua hingga tiga orang.
Mereka bertugas mengerjakan jalur sepanjang kurang lebih satu kilometer, dengan tenggat waktu yang belum jelas namun diharapkan selesai secepat mungkin.
“Kami ngerjain ini berdua, kadang bertiga. Ya dikerjain secepatnya saja sesuai kemampuan,” ujar seorang pekerja bernama Usman yang ditemui di lokasi.
Pekerja lain menambahkan bahwa lubang-lubang galian yang terlihat merupakan bagian dari pekerjaan drainase dan kabel. Menurutnya, pekerjaan dilakukan bertahap, termasuk proses menutup galian dan pemasangan paving.
“Itu bolong-bolong buat saluran air, drainase. Nanti ditutup lagi. Tapi kerjaannya memang beda tim, ada yang khusus paving, ada yang khusus cor,” jelasnya.
Dalam pengakuannya, total pekerja di proyek tersebut terbagi dalam beberapa tim kecil. Untuk pekerjaan cor dan drainase, satu tim hanya berisi tiga orang, sementara tim lain menangani pemasangan paving blok. Kondisi ini membuat pengerjaan harus dikejar-kejar waktu.
“Kami total bertiga untuk bagian cor. Yang paving beda lagi timnya. Makanya kejar-kejaran biar cepat kelar,” katanya.
Para pekerja juga menyebut bahwa proyek sudah berlangsung sejak awal Oktober. Meski begitu, beberapa bagian masih tampak belum terselesaikan. Minimnya jumlah tenaga kerja membuat progres berjalan lambat.
Hingga kini, warga sekitar masih mengeluhkan lambatnya pengerjaan serta kondisi lokasi proyek yang kerap berantakan dan membahayakan pengguna jalan. Mereka berharap pemerintah dan pihak kontraktor menambah tenaga kerja dan menata kembali area proyek agar lebih rapi dan aman.
Pekerja berharap pekerjaan bisa selesai sesuai target agar tidak lagi mengganggu aktivitas warga di sekitar lokasi.
Terkait pengerjaan proyek tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan belum memberikan keterangan apapun saat dihubungi via WhatsApp. [Dmy]






