MEDIATANGSEL.COM – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai mengoperasikan septic tank berbahan fiber dalam program perbaikan sanitasi di lingkungan masyarakat.
Teknologi ini diklaim lebih tahan lama, bahkan bisa digunakan hingga 20 tahun tanpa kebocoran.
Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah DCKTR Tangsel, Budi Rachmat mengatakan septic tank yang digunakan merupakan tipe biofil dengan kapasitas 800 liter. Tangki tersebut ditanam dengan ukuran galian 1,5 meter x 1,5 meter dan kedalaman 1,8 meter.
“Spesifikasinya menggunakan bahan fiber, sehingga lebih aman dan tahan lama dibandingkan septic tank konvensional,” ujar Budi Rachmat, saat mendampingi Wali Kota Benyamin Davnie di Ciputat, Kamis (09/04/26).
Budi memgungkapkan, penggunaan material fiber membuat tangki lebih awet dan minim perawatan. Jika septic tank biasa memerlukan penyedotan rutin setiap tahun, teknologi ini bisa bertahan lebih dari lima tahun sebelum perlu perawatan.
“Kurang lebih bisa sampai 20 tahun tidak akan bocor. Ini tentu lebih efisien bagi masyarakat,” ucapnya.
Program ini merupakan bagian dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang menyasar rumah warga hingga fasilitas umum seperti musala dan toilet umum.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengajak masyarakat yang belum memiliki septic tank layak untuk segera mengusulkan bantuan melalui program tersebut.
“Silakan diusulkan, akan kami bangun. Rumah warga, hingga tempat-tempat umum seperti musala atau toilet umum bisa diajukan,” ujar Benyamin saat meninjau pembangunan septic tank di Ciputat.
Dia menegaskan, pembangunan septic tank ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sehat, sejalan dengan program lain seperti bedah rumah, Tangsel Terang, hingga pemasangan wifi di lingkungan warga.
“Tujuan kami jelas, menciptakan lingkungan yang sehat dan layak bagi masyarakat,” tukasnya.(adv)






