MEDIATANGSEL.COM – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya menjawab kebutuhan pendidikan warganya yang kian meningkat dari tahun ke tahun.
Melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Tangerang Selatan (DCKTR), pemerintah daerah menyiapkan langkah konkret dengan mempercepat pembangunan infrastruktur sekolah.
Upaya ini bukan sekadar menambah bangunan, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak di kota penyangga ibu kota tersebut memiliki akses pendidikan yang layak dan merata.
Pertumbuhan penduduk yang pesat di Tangsel dalam satu dekade terakhir membawa konsekuensi serius pada sektor pendidikan.
Setiap tahun, ribuan lulusan sekolah dasar bersaing memperebutkan kursi di SMP Negeri yang jumlahnya terbatas. Kondisi ini sering kali membuat orang tua khawatir, terutama mereka yang berharap anaknya dapat bersekolah di fasilitas pendidikan gratis.
Karena itu, pemerintah kota menargetkan peningkatan jumlah sekolah negeri secara bertahap. Salah satu target yang tengah dikejar adalah memastikan bahwa pada tahun 2027 mendatang, Tangsel telah memiliki total 28 SMPN.
Penambahan ini diharapkan mampu menyeimbangkan antara jumlah siswa dengan daya tampung sekolah yang tersedia.
Kepala DCKTR Tangsel, Ade Suprizal mengatakan pembangunan fasilitas pendidikan menjadi bagian dari prioritas pembangunan kota.
“Infrastruktur sekolah dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, perencanaan pembangunan dilakukan secara bertahap namun terarah,” ujar Ade Suprizal dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Dalam waktu dekat, pemerintah kota berencana membangun dua SMP negeri baru. Kedua sekolah tersebut akan berdiri di lokasi bekas sekolah dasar yang kini tidak lagi digunakan, sehingga pemanfaatan lahannya dapat dioptimalkan untuk kebutuhan pendidikan tingkat menengah pertama.
SMP Negeri 27 rencananya akan dibangun di lahan bekas SDN Pondok Pucung 03. Lokasi ini dipilih karena berada di kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup padat serta memiliki potensi kebutuhan siswa baru yang tinggi.
Keberadaan sekolah baru di kawasan tersebut diharapkan dapat memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di lingkungan sekitar.
Sementara itu, SMP Negeri 28 akan dibangun di bekas SDN Jombang 05. Kawasan Jombang dikenal sebagai salah satu wilayah yang terus berkembang di Tangsel.
“Dengan hadirnya sekolah baru di lokasi tersebut, pemerintah berharap jarak tempuh siswa menuju sekolah bisa lebih dekat, sekaligus mengurangi penumpukan siswa di SMP negeri yang sudah ada,” tuturnya.
Ade mengungkapkan, pembangunan dua sekolah baru ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.
“Salah satu prioritas kami adalah pembangunan dua SMP baru. Ini untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan seiring pertumbuhan penduduk. Sehingga nanti pada 2027 sudah memiliki 28 SMP,” terangnya.
Lebih lanjut Ade menjelaskan bahwa penambahan unit sekolah baru bukan hanya soal jumlah bangunan, tetapi juga soal pemerataan akses pendidikan.
“Bagi banyak keluarga di Tangsel, keberadaan sekolah negeri tambahan tentu menjadi harapan baru. Orang tua tidak lagi harus cemas menghadapi proses penerimaan siswa baru setiap tahun” tandasnya.
“Sementara bagi para siswa, hadirnya sekolah baru berarti peluang yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan yang dekat dengan rumah dan mendukung masa depan mereka,” imbuhnya.(adv)






